Kamis, 03 November 2011

Tugas 8. B.Indonesia Pengembangan Paragraf dan Kerangka Karangan

Masker Pisang dan Madu  Pencegah Penuaan Dini
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa buah-buahan yang selalu kita konsumsi sebagai sumber nutrisi bagi tubuh ternyata banyak juga di gunakan untuk produk kecantikan oleh para kaum Hawa. Karena selain banyak mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh, buah-buahan juga bagus untuk kecantikan wajah.
 Diantara berbagai macam buah-buahan yang sering di gunakan sebagai produk kecantikan,adapun salah satunya adalah buah pisang yang bermanfaat untuk produk kecantikan alami bagi wajah, yaitu buah pisang dengan madu yang bisa di jadikan sebagai masker alami.
Dalam buah pisang terdapat kandungan vitamin C yang baik untuk kulit dan berguna untuk meremajakan sel-sel kulit serta membentuk sel-sel kulit baru. Pisang juga kaya akan magnesium, dimana salah satu buah pisang terkandung sekitar 30 mg magnesium. Maka apabila tubuh kekurangan vitamin C dan magnesium, kulit akan menjadi pucat dan terlihat kusam.
Sementara madu baik untuk kulit karena mampu mengurangi kerutan di wajah dan dapat mencerahkan kulit, karena di dalam madu terdapat kandungan antioksidan sehingga bisa melindungi kulit dari sinar UV dan mampu mencegah penuaan dini. Dan Madu pun dapat menjaga elastis, kelembutan, dan kelembaban kulit.
Membuat masker pisang madu dilakukan dengan cara yang pertama pilih pisang yang sudah matang lalu dihancurkan, tambahkan sedikit madu (sekitar 1 sendok makan), lalu aduk rata. Selanjutnya oleskan masker tersebut pada wajah . diamkan selama 15-20 menit, kemudian bilas wajah dengan air hangat, lalu bilas dengan air dingin dan keringkan. Lakukan masker ini secara rutin maka wajah terlihat cerah, lembut dan tmpak lebih muda.

Rabu, 05 Oktober 2011

Tugas 7. Bhs.Indonesia KALIMAT EFEKTIF II


Tugas 7. Bhs.Indonesia

KALIMAT EFEKTIF II
6).  Tidak Ambigu

Contoh :

1). -  Ibu membeli 2 kg ayam (tidak efektif)
  + Ibu membeli ayam 2 kg. (efektif)
2). – Buku Grammar yang baru telah saya miliki. (tidak efektif)
  + Saya telah memiliki Buku Grammar yang baru. (efektif)
3). – Istri Bupati yang cantik itu berasal dari Bandung. (tidak efektif)
     + Istri Bupati itu berasal dari Bandung. (efektif)
4). – 3 Lembah di Hutan Belantara di daki Ardi. (tidak efektif)
     + Ardi telah mendaki 3 Lembah di Hutan Belantara. (efektif)
5). – Sumbangan-sumbangan dari kampus terkenal itu telah kami terima. (tidak efektif)
     + Sumbangan dari kampus terkenal itu telah kami terima. (efektif)

7). Penggunaan Efek Waktu

Contoh :

1). – Rina telah mengerjakan soal UTS. (tidak efektif)
     + Soal UTS telah Rina kerjakan. (efektif)
2). – Kami melewati Terowongan Casablanca itu. (tidak efektif)
     + Terowongan Casablanca itu telah kami lewati. (efektif)
3). – Pengawas membagikan soal ujian bahasa Indonesia. (tidak efektif)
     + Soal ujian bahasa Indonesia telah diberikan pengawas. (efektif)
4). – Setelah hujan reda ada pelangi yang muncul. (tidak efektif)
     + Pelangi muncul setelah hujan reda. (efektif)
5). – Saya telah menyumbangkan baju yang tidak terpakai. (tidak efektif)
     + Baju yang tidak terpakai telah saya sumbangkan. (efektif)

8). Tidak dipengaruhi Struktur Daerah

Contoh :

1). – Ini bunga kepunyaan Dina. (tidak efektif)
     + Ini bunga Dina. (efektif)
2). – Motor miliknya Dani di pinjam Idan. (tidak efektif)
     + Motor Dani di pinjam Idan. (efektif)
3). – Tabungan simpanannya Asti sebesar Rp.200.000 (tidak efektif)
     + Tabungan simpanan Asti Rp.200.000 (efektif)
4). – Itu Bus miliknya Akbid YPSDMI. (tidak efektif)
     + Itu Bus Akbid YPSDMI. (efektif)
5). – Ini Topi milik kamu. (tidak efektif)
     + Ini Topi kamu. (efektif)

9). Digunakan dalam Situasi Formal

Contoh :

1). – Dia ngajak saya makan. (tidak efektif)
     + Dia mengajak saya makan. (efektif)
2). – Ibu ngasih uang jajan ke Adik. (tidak efektif)
     + Ibu memberi uang jajan pada Adik. (efektif)
3). – Aku nelepon dia kemaren. (tidak efektif)
     + Aku menelepon dia kemarin. (efektif)
4). – Bukannya aku udah bilang itu salah? (tidak efektif)
     + Bukannya saya sudah bilang itu salah? (efektif)
5). – Ani pengen beli baju buat drama. (tidak efektif)
     + Ani ingin membeli pakaian untuk drama. (efektif)

10). Tidak Menggunakan Unsur-unsur Daerah

Contoh :

1). – Saya mah gak suka itu! (tidak efektif)
     + Saya tidak suka itu ! (efektif)
2). – Inginnya mah pulang ke rumah. (tidak efektif)
     + Inginnya pulang ke rumah. (efektif)
3). – Sekarang mah banyak jurusan Akbid. (tidak efektif)
     + Sekarang banyak jurusan Akbid. (efektif)
4). – Semuanyah bias mengerti? (tidak efektif)
     + Semua bias mengerti? (efektif)
5). – Harusnya besok kamu kesinih. (tidak efektif)
     + Seharusnya besok kamu kesini. (efektif)



Kamis, 29 September 2011

Tugas 6. Bhs. Indonesia


Kalimat Efektif

Ciri-ciri kalimat efektif :

  1. Minimal ada subjek (S) dan predikat (P).
Contoh :
1.)    – Kepada para tamu undangan  dipersilahkan untuk duduk. (tidak efektif)
+ Tamu undangan dipersilahkan duduk. (efektif)
2.)    – Ibu guru yang baik. (tidak efektif)
+ Ibu guru baik. (efektif)
3.)    – Kakakku yang manis. (tidak efektif)
+ Kakakku manis. (efektif)
4.)    – Kepada Bapak Bupati kami persilahkan kembali ke tempat. (tidak efektif)
+ Bapak Bupati dipersilahkan kembali ke tempat. (efektif)
5.)    – Sepupuku yang baik dan pintar. (tidak efektif)
+ Sepupuku baik dan pintar. (efektif)

  1. Semua kata yang digunakan baku.
Contoh :
1.)    – Murid SMA sedang melakukan praktek renang. (tidak efektif)
+ Murid SMA sedang melakukan praktik renang. (efektif)
2.)    – Rina pengen di beliin tas baru. (tidak efektif)
+ Rina ingin di belikan tas baru. (efektif)
3.)    – Simpan ajah foto dari aku. (tidak efektif)
+ Simpan saja photo dariku. (efektif)
4.)    – Semuanya gak akan terjadi kalau kamu ada disini. (tidak efektif)
+ Semuanya tidak akan terjadi jika kamu ada disini. (efektif)
5.)    – Ibu sedang mengangkat telfon dari seseorang. (tidak efektif)
+ Ibu sedang mengangkat telepon dari seseorang. (efektif)

  1. Hemat dalam penggunaan kata.
Contoh :
1.)    – Kedua anak itu sedang menyapa. (tidak efektif)
+ Kedua anak itu menyapa. (efektif)
2.)    – Senyum itu adalah suatu ibadah. (tidak efektif)
+ Senyum itu ibadah. (efektif)
3.)    – Air sungai yang mengalir sangat deras. (tidak efektif)
+ Air sungai mengalir deras. (efektif)
4.)    – Hujan yang turun sangat deras. (tidak efektif)
+ Hujan turun deras. (efektif)
5.)    – Atas perhatian Bapak/Ibu dan saudara,saya ucapkan terima kasih. (tidak efektif)
+ Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. (efektif)


  1. Logis dan masuk akal.
Contoh :
1.)    – Para pelaku korupsi di penjara selama 3 tahun. (tidak efektif)
+ Pelaku korupsi di penjara 3 tahun. (efektif)
2.)    – Telah terjadi Tsunami di daerah Nanggro Aceh Darussalam. (tidak efektif)
+ Di daerah Nanggro Aceh Darussalam terjadi Tsunami. (efektif)
3.)    -  Salah satu faktor Global Warming adalah efek rumah kaca. (tidak efektif)
+ Global Warming berfaktor dari efek rumah kaca. (efektif)
4.)    - Penebangan pohon di hutan menyebabkan hutan gundul. (tidak efektif)
+ Penebangan pohon menyebabkan hutan gundul. (efektif)
5.)    – Angka kematian Ibu dan Bayi di Indonesia terlampau tinggi. (tidak efektif)
+ Di Indonesia angka kematian Ibu dan Bayi meningkat. (efektif)


  1. Paralelisme
Contoh :
1.)    – Pekerjaan pak Budi adalah melakukan pembersihan di sekolah. (tidak efektif)
+ Pekerjaan pak Budi adalah petugas kebersihan di sekolah. (efektif)
2.)    - Ibu menyuruh Susi ngepel seluruh lantai. (tidak efektif)
+ Ibu menyuruh Susi mengepel seluruh lantai. (efektif)
3.)    - Sebelum memakan buah dan sayur harus dilakukan pencucian terlebih dahulu. (tidak efektif)
+ Sebelum memakan buah dan sayur, mencucinya terlebih dahulu. (efektif)
4.)    - Rudi sedang melakukan penyiraman tanaman di kebun. (tidak efektif)
+ Rudi sedang menyiram tanaman di kebun. (efektif)
5.)    - Keuangan anak kost setiap bulannya harus selalu penghematan. (tidak efektif)
+ Keuangan anak kost setiap bulan harus selalu menghemat.

Minggu, 18 September 2011

Tugas 5. Bahasa Indonesia


Tugas 5. Bahasa Indonesia

Bentuk Karangan :
1). Eksposisi adalah bentuk karangan yang isinya memaparkan atau menjelaskan.

Contoh :
Cara membersihkan kulit wajah sebelum tidur adalah mula-mula cuci wajah dengan air bersih dingin maupun agak hangat, karena sebelum tidur tidak boleh ada sedikitpun kosmetik yang tertinggal di wajah, karena hal itu dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Lebih baik cuci wajah dengan menggunakan facial foam yang cocok untuk jenis kulit. Setelah itu keringkan wajah dengan handuk bersih secara perlahan. Kemudian beri vitamin wajah bila perlu. Ketika bangun pagi, kulit wajah akan terasa lebut dan terlihat segar.

2). Argumentasi adalah bentuk karangan yang isinya pembuktian sesuatu dengan alasan atau pendapat yang meyakinkan.

Contoh :
Bagi para anak jalanan, mengamen adalah kebutuhan utama untuk mereka,seperti mengamen di dalam kendaraan, di terminal, di stasiun, atau saat lampu merah. Mengapa anak jalanan lebih banyak mengamen? Alasannya, karena hanya dengan mengamen lah mereka berfikir dapat memenuhi kebutuhan hidupnya walau hanya cukup untuk sesuap nasi. Karena mengamen adalah pekerjaan yang paling ringan dan dapat dilakukan siapapun meskipun tidak mempunyai suara yang merdu. Buktinya dengan mengamen sebagian dari mereka bias mencukupi nafkah mereka walaupun tidak seberapa. Tetapi itu lebih baik daripada menghasilkan uang dengan cara mencuri.

3). Deskripsi adalah bentuk karangan yang isinya menggambarkan atau menceritakan suatu objek atau peristiwa.

Contoh :
Tepat pukul 05.00 aku terbangun dengan suara adzan subuh yang menggema. Aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Entah kenapa saat itu dadaku terasa sesak dan sakit, seperti ada persaan tak enak yang akan menimpa padaku. Hatiku terus bertanya-tanya mengapa hati ini tiba-tiba merasa tak enak? Sempat terlintas di fikiranku wajah ayah yang baik hati. Entah mengapa aku teringat ayah, akupun tak tahu. Sampai sore harinya aku mendapat telpon dari ibu bahwa ayah meninggal, aku benar-benar terkejut dan tak bias berkata apa-apa. Menangispun rasanya air mata ini tak bisa keluar karena terlalu perih mendengar berita buruk itu. Yang aku sesalkan kenapa waktu ayah masih hidup aku kurang perhatian padanya, padahal ayah selalu memperhatikanku dengan baik. Kini aku hanya bisa mendoakan ayah agar terampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat di sisi Allah.

4). Persuasi adalah bentuk karangan yang berisi himbauan atau ajakan untuk mempengaruhi pembaca.
Contoh :
Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, itu kuno. Yang jelas banyak anak pasti banyak masalah. Makanya jangan banyak-banyak punya anak, cukup dua saja. Lelaki atau perempuan sama saja. Kalau keluarga anaknya hanya dua, mengurusnya juga mudah. Bapaknya cari nafkah biasa-biasa saja tak membuat sakit kepala. Ibunya juga awet muda karena melahirkan hanya dua kali. Setelah itu bisa kuliah lagi atau aktif di bidang sosial. Makanya Ibu dan Bapak jadilah peserta keluarga berencana, biar hidup bahagia dan sejahtera.

5). Narasi adalah bentuk karangan yang berisi cerita atau kisah sesuatu (orang atau hewan) secara kronologis.

Contoh :
Riki sepupuku, sejak SD senang sekali belajar dan membaca buku-buku pengetahuan. Sampai masuk SMP pun Riki selalu menjadi juara umum di sekolahnya, dengan kepintarannya itu Riki mendapatkan beasiswa selama 3 tahun. Beruntungnya ketika masuk SMA pun Riki mendapat beasiswa untuk sekolah di SMK Plus di Jakarta dengan gratis tanpa biaya apapun, sampai tempat tinggal pun di sediakan asrama untuknya dengan segala fasilitas yang enak dan memuaskan. Menurut cerita Riki, dengan belajar kita akan lebih mudah mendapatkan sesuatu terutama prestasi dan ilmu yang tinggi, hanya dengan belajar saja tidak ada yang tidak mungkin.

Kamis, 15 September 2011

Tugas 4. Bhs.Indonesia

1). Makna leksikal
Contoh :
Ø  Sabda alam : suatu tempat dimana terdapat satwa-satwa langka yang dilindungi terutama satwa langka di Indonesia.
Ø  Bunga : bagian tumbuhan yang akan menjadi buah,biasanya elok warnanya dan harum baunya.
Ø  Termometer : peralatan yang digunakan untuk mengukur suatu suhu dan perubahannya.
Ø  Oralit : Larutan yang berfungsi sebagai pengobatan suatu peyakit seperti diare.
Ø   Mikroskop : alat yang digunakan untuk meneliti suatu objek yang terkecil dalam tumbuhan.
2). Makna Gramatikal
Makna kata yang terjadi karena :
a). Pengimbuhan
Contoh :
Ø  Berwisata
Ø  Berkarya
Ø  Berkemah
Ø  Benafas
Ø  Berkembang
b). Pengulangan
Contoh :
Ø  Tarik-menarik
Ø  Catat-mencatat
Ø  Edit-mengedit
Ø  Lukis-melukis
Ø  Berlomba-lomba
c). Ditempatkan dalam frase, klausa
Contoh :
Ø  Paman datang dari Lampung
Ø  Sinta pergi ke Jakarta
Ø  Mereka datang dari Malaysia
Ø  Kepala sekolah baru datang dari Mekah
Ø  Santi berangkat ke Garut
d). Intonasi
Contoh :
Ø  Adik bernyanyi.
Ø  Adik bernyanyi?
Ø  Adik bernyanyi!
Ø  Alvin darimana?
Ø  Alvin darimana!
3). Makna Denotasi
Contoh :
Ø  Hujan turun dengan lebat
Ø  Air sungai mengalir sangat deras
Ø  Cuaca hari ini sangat cerah
Ø  Pada akhirnya nanti kita semua akan meninggal
Ø  Tidakm ada yang abadi di dunia ini kecuali Allah SWT
4). Makna Konotasi
Contoh :
Ø  Uang beasiswa di kampus akan segera di cairkan
Ø  Banyak tersenyum akan memperlihatkan wajah yang manis
Ø  Jangan menjadi orang yang pahit lidah bila berkata
Ø  Manis di bibir busuk di hati
Ø  Ucapanmu sungguh semanis madu

Perubahan Makna :
1). Amelioratif
Contoh :
Ø  Laki – suami
Ø  Bini – istri
Ø  Anak laki-laki – putra
Ø  Anak perempuan – putri
Ø  Babu – pembantu
2). Peyoratif
Contoh :
Ø  Preman
Ø  Gelandangan
Ø  Pengemis
Ø  Gerombolan
Ø  Tangan kanan
3). Meluas
Contoh :
Ø  Berternak
Ø  Bertani
Ø  Paman
Ø  Bibi
Ø  Kakek
4). Menyempit
Contoh :
Ø  Rapat, musyawarah
Ø  Politik, siasat
Ø  Pengadilan, Mahkamah
Ø  Tipu daya, tipu muslihat, killah
Ø  Hasrat, gairah, keinginan
5). Asosiasi
Contoh :
Ø  Patah hati
Ø  Mengoyak
Ø  Menusuk
Ø  Meresap
Ø  Membakar
6). Sinestesia
Contoh :
Ø  Kata-katanya pahit di rasa
Ø  Matanya bersinar indah
Ø  Senyumnya begitu manis
Ø  Tangannya sehalus sutera
Ø  Ucapannya masih terus terngiang

Hubungan Makna dengan Bentuk
1). Sinonim
Contoh :
Ø  Binatang = fauna
Ø  Bohong = dusta
Ø  Haus = dahaga
Ø  Pakaian = baju
Ø  Bertemu = berjumpa

2). Antonim
Contoh :
Ø  Panjang – pendek
Ø  Halus – kasar
Ø  Rapi – kusut
Ø  Bagus – jelek
Ø  Baik – Jelek
3). Homonim
Contoh :
Ø  Genting = suasana genting         
Ø  Genting = atap
Ø  Emas = logam mulia
Ø  Emas = Anak emas atau anak kesayangan
Ø  Buaya = binatang buas
Ø  Buaya = lelaki playboy atau buaya darat
Ø  Sampah = barang bekas
Ø  Sampah = pengangguran atau sampah masyarakat
4). Homograf
Contoh :
Ø  Apel = Buah apel
Ø  Apel = mengunjungi pacar
Ø  Seminar  = bersinar-sinar
Ø  Seminar = pertemuan ilmiah
Ø  Teras (kayu) = inti kayu
Ø  Teras (rumah) = bagian depan rumah   (beranda)

5). Homofon
Contoh :
Ø  Sangsi :  ragu-ragu
Ø  Sanksi : hukuman
Ø  Hak : hak (sepatu)
Ø  Hak : hak (asasi)
Ø  Bank : tempat menanbung
Ø  Bang : panggilan untuk orang laki-laki

6). Hiponim
Contoh :
Ø  Super ordinat : Buah, Hewan, Ternak, Sayuran, Bunga
Ø  Kohiponim : Apel, Manggis, Jeruk, Lemon, Melon
7). Polisemi
Contoh :
Ø  Kaki : kaki tangan, kaki meja, kaki langit, kaki sapi, kaki organ tubuh.
Ø  Darah ; darah ayam, darah daging, darah biru, darah sel.