Tugas 5. Bahasa Indonesia
Bentuk Karangan :
1). Eksposisi adalah bentuk karangan yang isinya memaparkan atau menjelaskan.
Contoh :
Cara membersihkan kulit wajah sebelum tidur adalah mula-mula cuci wajah dengan air bersih dingin maupun agak hangat, karena sebelum tidur tidak boleh ada sedikitpun kosmetik yang tertinggal di wajah, karena hal itu dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Lebih baik cuci wajah dengan menggunakan facial foam yang cocok untuk jenis kulit. Setelah itu keringkan wajah dengan handuk bersih secara perlahan. Kemudian beri vitamin wajah bila perlu. Ketika bangun pagi, kulit wajah akan terasa lebut dan terlihat segar.
2). Argumentasi adalah bentuk karangan yang isinya pembuktian sesuatu dengan alasan atau pendapat yang meyakinkan.
Contoh :
Bagi para anak jalanan, mengamen adalah kebutuhan utama untuk mereka,seperti mengamen di dalam kendaraan, di terminal, di stasiun, atau saat lampu merah. Mengapa anak jalanan lebih banyak mengamen? Alasannya, karena hanya dengan mengamen lah mereka berfikir dapat memenuhi kebutuhan hidupnya walau hanya cukup untuk sesuap nasi. Karena mengamen adalah pekerjaan yang paling ringan dan dapat dilakukan siapapun meskipun tidak mempunyai suara yang merdu. Buktinya dengan mengamen sebagian dari mereka bias mencukupi nafkah mereka walaupun tidak seberapa. Tetapi itu lebih baik daripada menghasilkan uang dengan cara mencuri.
3). Deskripsi adalah bentuk karangan yang isinya menggambarkan atau menceritakan suatu objek atau peristiwa.
Contoh :
Tepat pukul 05.00 aku terbangun dengan suara adzan subuh yang menggema. Aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Entah kenapa saat itu dadaku terasa sesak dan sakit, seperti ada persaan tak enak yang akan menimpa padaku. Hatiku terus bertanya-tanya mengapa hati ini tiba-tiba merasa tak enak? Sempat terlintas di fikiranku wajah ayah yang baik hati. Entah mengapa aku teringat ayah, akupun tak tahu. Sampai sore harinya aku mendapat telpon dari ibu bahwa ayah meninggal, aku benar-benar terkejut dan tak bias berkata apa-apa. Menangispun rasanya air mata ini tak bisa keluar karena terlalu perih mendengar berita buruk itu. Yang aku sesalkan kenapa waktu ayah masih hidup aku kurang perhatian padanya, padahal ayah selalu memperhatikanku dengan baik. Kini aku hanya bisa mendoakan ayah agar terampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat di sisi Allah.
4). Persuasi adalah bentuk karangan yang berisi himbauan atau ajakan untuk mempengaruhi pembaca.
Contoh :
Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, itu kuno. Yang jelas banyak anak pasti banyak masalah. Makanya jangan banyak-banyak punya anak, cukup dua saja. Lelaki atau perempuan sama saja. Kalau keluarga anaknya hanya dua, mengurusnya juga mudah. Bapaknya cari nafkah biasa-biasa saja tak membuat sakit kepala. Ibunya juga awet muda karena melahirkan hanya dua kali. Setelah itu bisa kuliah lagi atau aktif di bidang sosial. Makanya Ibu dan Bapak jadilah peserta keluarga berencana, biar hidup bahagia dan sejahtera.
5). Narasi adalah bentuk karangan yang berisi cerita atau kisah sesuatu (orang atau hewan) secara kronologis.
Contoh :
Riki sepupuku, sejak SD senang sekali belajar dan membaca buku-buku pengetahuan. Sampai masuk SMP pun Riki selalu menjadi juara umum di sekolahnya, dengan kepintarannya itu Riki mendapatkan beasiswa selama 3 tahun. Beruntungnya ketika masuk SMA pun Riki mendapat beasiswa untuk sekolah di SMK Plus di Jakarta dengan gratis tanpa biaya apapun, sampai tempat tinggal pun di sediakan asrama untuknya dengan segala fasilitas yang enak dan memuaskan. Menurut cerita Riki, dengan belajar kita akan lebih mudah mendapatkan sesuatu terutama prestasi dan ilmu yang tinggi, hanya dengan belajar saja tidak ada yang tidak mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar